Pemalang, 31 Maret 2025 – Suasana khidmat Sholat Idulfitri 1446 Hijriah di Alun-alun Pemalang, Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi kepanikan pagi ini. Sebuah pohon besar yang berdiri kokoh di depan Masjid Agung Pemalang tiba-tiba tumbang dan menimpa puluhan jemaah yang sedang melaksanakan ibadah. Insiden tragis ini menyebabkan dua orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka serius, meninggalkan duka mendalam di hari kemenangan umat Islam tersebut. Hingga saat ini, proses evakuasi telah dilakukan, dan para korban telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kronologi Kejadian: Dari Kegembiraan Menyambut Idulfitri Menjadi Duka Mendalam
Hari ini, Senin, 31 Maret 2025, ribuan jemaah memadati Alun-alun Pemalang untuk melaksanakan Sholat Idulfitri. Cuaca pagi itu terlihat cerah, meski sempat ada hembusan angin kencang yang tidak terlalu mencolok. Sekitar pukul 06.45 WIB, saat jemaah tengah bersiap mendengarkan khutbah atau bahkan masih dalam posisi salat, tiba-tiba terdengar suara keras yang mengguncang suasana. Pohon beringin besar yang berada di sisi alun-alun, tepat di depan Masjid Agung, ambruk tanpa peringatan.
Menurut saksi mata, pohon tersebut langsung roboh dan menimpa jemaah yang berada di bawahnya. “Suaranya keras sekali, seperti petir. Orang-orang langsung berteriak dan lari menyelamatkan diri. Saya lihat beberapa orang tertimpa ranting besar, ada yang tidak bergerak,” ungkap Suryadi, salah seorang jemaah yang berada di lokasi kejadian.
Kepanikan seketika melanda. Jemaah yang selamat berusaha menolong korban, sementara beberapa lainnya berlari mencari bantuan. Dalam hitungan menit, petugas keamanan setempat, dibantu warga, mulai melakukan evakuasi darurat. Pohon yang tumbang memiliki ukuran cukup besar, sehingga proses penyelamatan menjadi tantangan tersendiri.
Korban dan Dampak: Dua Jemaah Meninggal, Belasan Dirawat di Rumah Sakit
Berdasarkan laporan awal dari pihak berwenang, insiden ini menyebabkan dua jemaah meninggal dunia di tempat kejadian. Identitas kedua korban belum dirilis secara resmi oleh pihak kepolisian, karena masih menunggu proses identifikasi dan pemberitahuan kepada keluarga. Selain itu, setidaknya 15 orang lainnya mengalami luka-luka, mulai dari luka ringan hingga luka serius seperti patah tulang dan trauma kepala.
Para korban yang selamat segera dievakuasi menuju rumah sakit terdekat, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Ashari Pemalang. “Kami menerima belasan pasien dalam kondisi darurat. Ada yang mengalami luka parah di kepala dan anggota tubuh lainnya. Tim medis langsung bekerja untuk memberikan pertolongan secepat mungkin,” ujar dr. Rina, salah seorang dokter jaga di RSUD Pemalang.